Islam, Literature

[CERPEN]: SEPERTI HIDUP KEMBALI

tumblr_nby1eio3hw1sv4y6do1_5001
source: tumblr.com

Music: Andra and The Backbone – Seperti Hidup Kembali

Warning ahead!

Sinopsis:

from: Hanifa Annisaa  Firdausy <hanifannisaa@gmail.com>
to: Ramadhan Asa Wardhana <wardhana.rama@gmail.com>
date: Tue, Dec 8, 2015 at 23:39 AM
subject: Assalamualaikum

Tidak mungkin.

Ini gila.

Mana mungkin seseorang mengirim surat elektronik dari dalam kubur?

Continue reading “[CERPEN]: SEPERTI HIDUP KEMBALI”

Literature

[CERPEN]: FIKSI

cerita-fiksi
source: google.com

Set: Theater!Universe
Genre: Coming-of-age/Drama/Romance
Mereka hanyalah aktor—menyampaikan kalimat-kalimat dalam sebuah skenario fiksi.

Warning! Ahead

ACT I. DRUPADI 

Scene I. Teater Koma

Hari ini adalah hari yang menyenangkan.

Langit-langit teater disepuh emas dan merah menggebu. Seperti pesta perayaan musim panas yang menghangatkan kalbu. Ribuan pasang mata itu mengikuti langkah para pemain di atas panggung kayu, menunggu dengan hati berdesir, mulut ternganga pada tiap kalimat yang meluncur tak ternyana. Bintang-bintang telah terlempar dari angkasa menghujani teater yang terselubungi kabut kental berduri merah kelabu.

Kristal adalah seorang aktris yang baik.

Serbuk bintang itu menyusup ke dalam bola matanya yang seperti kacang almond. Ia mengenakan kain sari berwarna merah, kulitnya yang cerah dibiarkan demikian adanya selain pulasan gincu yang menyala sama dengan kostum yang dikenakan. Menggambarkan dirinya sebagai Drupadi: putri kerajaan Panchala yang terlahir dari api. Suaranya bulat, di antara alto dan soprano, dan pastilah terdapat sihir dalam tiap melodi yang ia lantunkan. Sekalipun ia tidak bernyanyi. Kristal mengucapkan nada-nada.

Dan malam itu wajahnya bak rembulan. Delta tidak ingat kapan Kristal terlihat lebih cantik dari momen dimana ia melangkah ke atas panggung, membawakan monolog pertamanya.

Malam itu bukan hanya penonton yang tersihir. Delta yakin sepotong jiwa telah terbelenggu mantranya.

Drupadi telah jatuh cinta pada Arjuna—dirinya, tetapi apapun yang dimiliki seorang Pandawa maka menjadi miliki saudara Pandawa yang lain.

Penonton pun terbelenggu mantra yang sama. Para kritikus memuji mereka setinggi singgasana dewa-dewa. Mereka sudah mementaskan adaptasi ini di kota besar seluruh negeri. Dan Kristal pantas mendapat sorotan utama karena ia adalah seorang aktris yang baik.

Delta menatap kakak sulung yang ditakdirkan sebagai raja di antara raja, Yudhistira—mempertaruhkan harta, takhta, bahkan adik-adiknya di atas meja judi. Termasuk dirinya sendiri.

Sekelibatan jiwa yang tak biasa itu timbul tenggelam dari tingkap oval milik sang kakak sulung—Kai tidak pernah tampil lebih baik daripada malam ini. Delta hampir yakin bahwa itu bukanlah topeng belaka.

Yudhistira hanya memiliki satu pertaruhan terakhir: Drupadi. Segalanya atau tidak sama sekali.

Drupadi diseret bagai seekor kuda dan dipermalukan di istana terhormat itu. Sementara kelima suaminya serta para tetua hanya bisa terdiam. Ia berontak—memperjuangkan harkatnya sebagai seorang wanita yang dipertaruhkan oleh suaminya sendiri di meja judi. Apakah Yudhistira yang bahkan telah menggadaikan dirinya sendiri masih mempunyai hak atas dirinya?

Lolongan wanita itu memecah keheningan malam—sedetik kemudian para penonton tersentak. Kain yang membelit tubuhnya secara ajaib tidak habis tatkala para Kurawa berusaha menelanjanginya.

Mungkin penderitaan adalah jalan sunyi menuju keindahan yang lebih abadi…

Tirai beludru merah melingkupi panggung dalam bayangan gelap. Ketika pertunjukkan benar-benar akhir, para penonton berdiri memberikan standing ovation dan bersuit heboh. Puncakan auditorium itu nyaris bergetar oleh gema tepukan tangan yang kian tinggi desibelnya. Delta menempatkan diri di antara pemain lain sementara pemeran tambahan dan ekstra mulai mengular ke tengah panggung  saling beradu bahu.

“ Luar biasa. “ Kulitnya seraya beledu yang meluncur melewati bahunya yang resap oleh keringat eksitasi. Delta lebih dari sekadar mendengarnya—entitas Kai seolah hantu yang mengusap ujung kepalanya. Suaranya sarat runcing ujung anak panah dan seringai.

Tatkala tirai kembali terbuka, mereka membungkuk sekali lagi kepada penonton yang masih bertepuk tangan membahana.

Kai adalah supernova. Pertunjukan ini adalah tentang Drupadi. Tapi dia adalah bintangnya, setidaknya bagi Delta.

“ Terima kasih, “ Ia bergumam hingga hanya Kai yang mampu mendengarnya. Telapak tangannya meluncur hingga jemari mereka bertautan di antara kain yang membalut.

Para pemain memberikan satu bungkukan terakhir. Dan tatkala Delta mengangkat pandangannya ia yakin bahwa malam itu ia jatuh cinta.

Arjuna telah menemukan cintanya. Pada sang putri yang terlahir dari api.
Continue reading “[CERPEN]: FIKSI”

Islam, Literature

[CERPEN]: AN-NISAA’

an-nisa
source: google.com

Saya sedang jatuh cinta.

Kepada seorang perempuan, tentu saja.

Orang bilang jatuh cinta berjuta rasanya. Begitu pula cobaannya.

Saya yakin dia adalah cinta sejati saya di kehidupan sebelumnya. Dan kami pasti dipertemukan bukan tanpa alasan. Namun ketika lelaki jatuh cinta lalu alasan macam apa yang bisa mencegahnya untuk mencari tulang rusuknya yang hilang?

Continue reading “[CERPEN]: AN-NISAA’”

Literature

[CERPEN]: RADIUM

radium-logo
source: glogster.com

Kabar itu datang dari sahabat seperjuangan di bangku sekolah dahulu. Tentang seorang yang ia kagumi dan kasihi yang akan menikah bulan November nanti. Saya tidak mengerti, bukankah seharusnya ia membicarakan dirinya yang masih terus melajang daripada orang lain yang mungkin sedang lebih beruntung dari dirinya?

Tapi saya meneruskan membaca surat elektronik kiriman sang sahabat.

Saya katakan bahwa dia hanyalah wanita cacat yang buta, tuli, dan bisu. Namun, sungguh, saya jatuh cinta padanya sejak pandangan pertama.  Dialah definisi perhiasan dunia, seperti yang pernah kamu bilang pada saya tentang isteri kamu bertahun lalu.

Saya kira dialah yang saya cari. Satu-satunya hal yang membuat saya dan dia dalam bentang dimensi yang berbeda adalah keyakinan. Mungkinkah dia dan saya tidak bakal mencapai akhir yang indah jika secara esensial kami menyembah Tuhan yang hanyalah satu?

Kamu ingat gadis yang pernah mampir dalam pembicaraan kita di suratmu tiga tahun lalu?

Continue reading “[CERPEN]: RADIUM”