Islam

[KEMUSLIMAHAN]: BE A BEAUTIFUL MUSLIMAH

d0e8a81bd12f7ca6dd04f1ffd8d1ce94
credit: pinterest.com

Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh

The most interesting and exciting topic for all women in the world!

Karena saya seorang muslimah, hal ini pun tetap penting bagi saya. Bukan hanya karena secara psikologis wanita suka terlihat menarik dan ingin selalu tampil cantik, tetapi justru we need to find a way to conceal the beauty itself. Bingung?

Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. “ [QS An-Nur : 31]

Ada yang mengatakan bahwa 90% kecantikan wanita terletak pada wajahnya; ini perkataan seorang pria, omong-omong ia pun seorang ulama. Ada pula yang bilang bahwa daya tarik wanita ada pada matanya. How amazing bahwa Islam sangat menjaga para wanitanya dari mata-mata yang tidak seharusnya memandang. Betapa Islam memuliakan para wanitanya. I’m truly fascinated.

Bagi yang telah membaca tulisan saya sebelumnya, saya menaruh concern yang cukup besar bagi kaum saya sendiri. Selama beberapa lama bisa dibilang saya penganut feminisme sebelum menemukan betapa Islam—agama yang saya anut sejak lahir—bahkan memuliakan saya dan kaum saya sampai sebegitunya. Betapa kami memiliki derajat yang tinggi.

And it is such a banal, almost animalistic way, to see women as an object.

Tapi kali ini saya akan membahas mengenai beauty yang sudah pasti dimiliki setiap wanita. Yang mungkin sedikit banyak telah diketahui oleh kita semua. Pertanyaannya, sudah syar’i kah? Ada begitu banyak sumber. Dan, percayalah, Kitabullah Al-Qur’an dan Al-Hikmah yang disabdakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam membahas begitu banyak tentang wanita. Dan disini pun ilmu saya belum seberapa dan masih perlu banyak belajar. Namun sudah menjadi kewajiban untuk saling mengingatkan dalam hal kebaikan dan mencegah dari yang mungkar.

QUESTION 1

Am I beautiful?

Yes, absolutely. It can be physical or perhaps reflected from your manners and attitude. It could be both!

Lisan yang santun dengan perkataan yang baik pastilah membuat adem dan sejuk lawan bicara kita. Siapapun mereka, baik sesama wanita atau lawan jenis.

Perilaku yang sopan serta tindak-tanduk yang terukur mencerminkan karakter yang ada di dalam diri. Betapa hal ini begitu penting, tidak hanya untuk kaum wanita. Pada kehidupan sosial sekalipun masyrakat akan segan jika kita bersikap sopan. Segan bukan dalam arti kesombongan namun menaruh respek pada diri dan orang lain.

So, Check.

QUESTION 2

How to present and preserve my beauty?

Bagi setiap wanita pastilah berbeda karena begitu subjektif definisi dari kecantikan itu sendiri. Tetapi saya akan menarik benang merah atau sekadar garis besarnya di sini. The answers may vary. Yet must be long.

  1. WEAR YOUR HIJAB.

Get rid off your sunscreen. Say goodbye to bad hair day.

Your hijab is your sunscreen. Your hijab is the veil.

Berdasarkan pengalaman waktu mendaki Gunung Lawu, saya memakai khimar segi empat biasa. Pakai sunscreen di hari pertama sekitaran pukul 10.00 dan tidak re-apply (most of beauty bloggers and beauty gurus say bahwa tiap berapa jam sekali harus re-apply agar efek menangkal sinar UV tetap ada) sampai malam. Esok hari saat turun saya pakai tipis-tipis tanpa re-apply karena buru-buru. Keduanya asal gosok, jadi ada kemungkinan tidak merata. The side effect? Nothing, literally nothing.

Kepala rombongan kami, Zebian, sudah pakai topi ditambah slayer di bawahnya. Tampilan macem red riding hood. Tapi pulang-pulang senior kami ini sunburnt parah. Saya? Adem ayem aja. Tidak ada kulit mengelupas, tidak belang. By the way, saya pakai yang hanya SPF 30.

Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa sinar UV secara saintifik buruk bagi kulit dan mempercepat penuaan pada kulit. Pakaian yang menutupi sekujur tubuh pada keseharian—jangankan ke gunung—melindungi kulit kita dari berbagai risiko mengerikan (bagi wanita) itu.

Sunscreen apapun tidak bakal menangkal kulit dari sinar matahari jikalau ia terbuka dan terpapar begitu saja. Bahkan memakai yang SPF 50 ke atas sekalipun. I’m telling you, itu adalah perkataan—keluhan—para wanita pemakai sunscreen namun tidak mengenakan hijab.

Lastly, nobody really cares about your hair except only to get simply wowed. Bangun pagi sibuk blow atau catok rambut. Di kelas atau toilet mesti catok dulu karena tidak sempat pas di rumah. Meskipun at the end of the day ya kembali bad hair day. By the way, kalau dipikir lagi bad hair day hanya muncul karena kita yang membuat diri merasa itu adalah bad hair day.

What do we take as an advantage to have a good hair day?

Wah, jika hanya pujian, lelaki manapun sudah memuji kita sebagai perhiasan dunia sejak dahulu kala, sista.

  1. WUDHU

Ada berbagai jenis wudhu, salah satunya dicantumkan di Al-Qur’an adalah wajib bagi kita untuk mengambil wudhu sebelum shalat. Namun wudhu di sini pun tidak hanya sekadar syarat untuk shalat. Terdapat banyak hadits mengenai keutamaan menjaga wudhu. Bahkan saat kita akan hendak tidur sangat dianjurkan untuk bersuci.

Wudhu. The best facial wash the women ever own! Berdasarkan rekomendasi para beauty guru dan expert, cuci muka maksimal dua kali sehari dengan sabun untuk tetap menjaga kelembaban kulit wajah. Namun wudhu ini begitu ajaib!

Inilah manfaat fisikal yang bisa didapatkan: lima kali membasuh beberapa bagian yang otomatis secara fisik membilas berbagai debu, keringat, dan minyak yang menempel. Gosokan yang diberikan pun memperlancar peredaran darah pada bagian tersebut. Plus memberikan kelembaban secara konstan selama seharian dengan air secara alami.

Saya suka diri saya yang terbebas dari najis dan hadas pada keseharian aktivitas, kapanpun bisa membuka ayat Qur’an. Dan pada yaumul qiyamah—hari akhir nanti, wajah-wajah mereka yang memelihara wudhu akan bercahaya sebagaimana ia selalu menjaga kesucian dirinya. Masya Allah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya umatku akan dihadirkan pada hari kiamat dengan wajah, tangan, dan kaki yang bercahaya karena bekas-bekas wudhu mereka. Karenanya barangsiapa di antara kalian yang bisa memperpanjang cahayanya maka hendaklah dia lakukan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. NO TABARRUJ

Saya dulu suka pakai bedak tabur dan sedikit pulasan lipstik. Simpel, ketika saya mematut diri di kaca saya terlihat cantik.

Tapi saya orang paling mager yang pernah saya tahu. Dan tidak mau repot. Setelah wudhu saya malas untuk touch up. Jika buru-buru saya bete tapi harus pakai jika tidak rasanya tidak afdhal. Tapi, dasar cewek, tetap mau selalu terlihat oke. Banyak mau hehehe.

Jadi untuk mengakomodasi rasa malas dan bete tadi pilihannya adalah: no make up. As simple as that. Hanya lip balm karena bibir saya sangat mudah kering and I’m ready to tackle dosen the day.

Bayangkan, jika dibutuhkan waktu minimal lima belas menit untuk memakai BB cream, bedak, lipstik, maskara plus hijab betapa sedikit waktu yang dipunya untuk bersantai selama bersiap-siap! Apalagi pagi hari bisa sangat hectic dengan mempersiapkan segala macam hal untuk seharian penuh. Wah, saya rasa siapapun setuju bahwa pekerjaan paling optimum jika tidak terburu-buru. Hijab saya bakal sekali pakai jadi jika saya santai. Dan sebagai seorang engineer, efisiensi waktu sama berharganya dengan efisiensi kerja.

Mungkin ada yang bilang gampang ya buat saya untuk bilang begitu karena tidak rutin berdandan. Awalnya memang terasa aneh seperti pertama kali memakai hijab namun ujung-ujungnya hanyalah masalah pembiasaan. Nobody will ever gonna talk about that matter eventually. Dan ujung-ujungnya saya dan kamu tetap dianggap cantik hehehe.

Kata make-up yang bold di atas bersambung pada pertanyaan terpenting: apa niat yang ketika memakai make-up? Agar para lelaki tersepona merona melihat wajah yang memang sudah jelita?

“ Iman itu terdiri dari 70 sekian atau 60 sekian cabang. Cabang iman yang paling utama adalah ucapan la ilaha illallah. Sedangkan cabang iman yang terendah adalah menyingkirkan gangguan dari tempat berlalu lalang. Rasa malu adalah bagian dari iman.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Disini tidak bakal membahas malu lebih jauh, namun ada malu kepada sesama manusia. Ini  berfungsi menjaga sisi lahiriah agar tidak melakukan tindakan buruk dan akhlak yang tercela. Karena itu orang yang tidak punya rasa malu itu seakan tidak memiliki iman. Nabi bersabda, “Di antara perkataan para Nabi terdahulu yang masih diketahui banyak orang pada saat ini adalah jika engkau tidak lagi memiliki rasa malu maka berbuatlah sesuka hatimu.” (HR. Bukhari)

Saya malu jika ada lelaki yang bukan siapa-siapa menoleh dan menatap lebih dari sedetik ke arah saya. Yang diam-diam mencuri pandang. Yang tidak punya kepentingan. Sungguh, jangan sepelekan kemampuan imajinasi lelaki ketika mereka telah menempatkan pandangan pada wanita. Mereka yang mengenakan baju pun mereka masih mampu memvisualisasikan apapun, lalu bagaimana dengan yang perhiasannya terlihat?

Bisa dicoba untuk baca Why Men Don’t Listen and Women Can’ t Read Maps, Men Are From Mars Women Are From Venus. Atau coba tonton video tentang the nature of men. And when you found out that they can be (easily) activated by visual only, it will truly surprise you.

Sekalipun hanya wajah, pasti sebagian besar wanita memahami perasaan risih ketika dipandang oleh lelaki yang notabene tidak dikenal atau tidak punya urusan. Come on, berdandan cantik rupawan tapi tidak mau dipandang? Pantas saja banyak lelaki yang protes: pakai baju minim tapi berharap agar tidak ditengok. It’s testosterone and it is simply how it works!

Nah, omong-omong, untuk menyalurkan keinginan untuk mempercantik diri bisa di arahkan pada bagian seperti kuku dan mata.

Rasulullah sendiri pada matanya mengenakan celak dari batu itsmid. Kini semakin banyak wanita yang mengenakan celak pada matanya tiap pagi dan sebelum tidur karena celak itsmid ini sendiri bukan tanpa manfaat. Ia bisa menambah jernih pandangan mata dan membuatnya jadi lebih sejuk. Dan merupakan sunnah untuk mengenakan pacar (henna) pada kuku. Selain cat kuku/kuteks dapat membuat kuku menguning dan rapuh, warna dari henna sendiri sebenarnya menonjolkan warna kulit kita sehingga terlihat lebih hidup dan cerah.

The thing is just be natural. Bedak tabur bayi dan lip balm won’t hurt. Dandanan sederhana yang tidak mencolok pandangan insya Allah aman bagi kita. Yang saya maksud disini adalah berdandan (sedikit) berlebihan sehingga menarik perhatian lawan jenis kita. Memang segalanya kembali pada niat dalam diri. Tapi masing-masing dari kita pun paham berdandan yang berlebihan dan menarik alwan jenis seperti apa. Tidak usaha dijawab, kawan, kita sudah sama-sama tahu.

  1. CARE FOR YOURSELF

Nomor tiga ini adalah kesukaan saya. Tidak hanya karena I love myself. Tapi wanita memang memiliki tendensi untuk selalu merawat diri. Contoh kecil: kita lebih rajin mandi dibandingkan kaum Adam. Minimal dua kali sehari.

Sejak mengalami breakout pada semester dua, saya menjadi aware dan berusaha memahami kebutuhan kulit dan fisik saya. Dahulu, saya cenderung cuek. Bodo amat dengan perawatan, yang penting mandi, sikat gigi, dan cuci muka. Tetapi semuanya berubah ketika jerawat dan stress menyerang. Dan hormon pubertas.

Rasa malas untuk berdandan diakomodasi oleh perawatan. It’s the best that I can do di tengah kemageran saya. Sekadar curhat, saya hobi bermasker ria dengan bahan dapur macam kunyit bubuk, kayu manis, dan tepung beras. Dan ini cukup untuk restorasi kulit yang lelah atau terkena efek sengatan matahari yang banyak ditakuti oleh wanita. Berdasarkan pengalaman, produk yang natural lebih ramah pada kulit dibandingkan yang komersial, dan yang paling penting ramah lingkungan.

Terdapat banyak varian produk perawatan yang beredar mulai dari dokter, herbal, hingga komersial. Itu semua adalah preferensi masing-masing dan bagaimana kecocokan dengan kulit kita. Relativitas disini berlaku pula pada kulit seperti pada waktu. Hal ini pun berlaku untuk kulit wajah dan tubuh.

Kenali jenis kulit kita dan bagaimana sensitivitasnya pada kandungan tertentu. Bahkan untuk produk organik atau natural kita bisa mengalami alergi. Seperti saya tidak bisa memakai produk mengandung cocoa butter karena menyebabkan kulit saya jadi retak dan mudah kering, kontraproduktif dengan fungsinya sendiri sebagai pelembab.

The remarks: Pakai produk dalam negeri dan ramah lingkungan ya.

  1. FOOD AND EXERCISE

Bagi yang sudah membaca tulisan saya berjudul Diet Rasulullah, betapa penting kita menjaga pola makan dan melakukan olahraga. Karena salah satu ciri pribadi muslim adalah memiliki tubuh yang kuat.

Pernah dengar istilah you are what you eat? Sedikit banyak itu benar.

Apa yang masuk ke dalam mulut dan dicerna akan diserap menjadi darah. Makanan yang halal serta thoyib (baik) adalah wajib dan telah termaktub di dalam Al-Qur’an. Apa yang diperintahkan oleh Allah dan dicontohkan Rasulullah bukan berarti tanpa alasan. Telah banyak bukti secara medis dan saintifik mengenai itu semua dan teman-teman bisa menambah pengetahuan tentang itu semua dengan berselancar di dunia maya.

  1. FASTING

Ini adalah murni pendapat saya.

Secara medis, puasa sendiri memiliki fungsi untuk mengistirahatkan pencernaan dan detoksifikasi tubuh. Bahkan Obsessive Corbuzier’s Diet sendiri mengambil konsep puasa itu sendiri. Dan berdasarkan pengalaman pencetus OCD ini, puasa membuat tubuhnya kian bugar dan sel tubuhnya kian muda.

Kalau pengalaman pribadi saya puasa sendiri adalah the best way to contour your body and face. Pola makan yang baik dan terkontrol menjaga tubuh tetap fit. Bisa dikatakan berat badan saya menyusut dibandingkan sebelumnya yang mungkin bisa dibilang ini adalah berat badan ideal saya yang selama ini sulit dicapai. Kadang terlalu gembul, somehow terlalu kurus.

Tetaplah yang paling utama dari puasa itu sendiri adalah mengharap ridha-Nya. Segala keuntungan atau kelebihan fisik yang kita dapatkan dari puasa hanyalah bonus semata. Yang paling saya rasakan dari puasa sendiri adalah benar-benar melatih menahan hawa nafsu (di tengah stress semester enam ini!) dan memberikan motivasi untuk terus meningkatkan ibadah. Puasa sendiri membantu menjaga lisan dan segala gejolak emosi jiwa dan prasangka yang ada di dalam diri.

Pernah dengar banyak yang bilang, keseringan marah-marah bikin cepet tua? Hehehe

Dua hari tersebut adalah waktu dihadapkannya amalan pada Rabb semesta alam (pada Allah). Aku sangat suka ketika amalanku dihadapkan sedang aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. An Nasai no. 2360 dan Ahmad 5: 201).

So, check.

QUESTION 3

Katanya beautiful muslimah, kok step-nya bukan yang WOW gitu sih?

Karena we need to find a way to conceal it, dear.

Jika wanita adalah perhiasan dunia, anggaplah ia adalah sebuah mutiara. Untuk mendapatkan mutiara itu seseorang harus menyelami kedalaman lautan, mencari-cari tiram yang menyembunyikan kilaunya. Bahkan si tiram tidak menyerah begitu saja untuk memperlihatkan mutiara di dalamnya. Seseorang harus mencongkel dan memaksa tiram itu untuk menyingkap sang perhiasan dunia.

Mungkin ini akan terdengar kasar. Tapi analogi ini adalah yang paling masuk akal bagi logika saya. Ketika pria menjatuhkan tatapan pada wanita, mengaguminya, memutuskan untuk menatap berlama-lama, memutuskan untuk mengedarkan pandangan dari ujung atas hingga ujung bawah. Siapa memangnya pria ini? Tidakkah dia memiliki tempat lain untuk mengarahkan pandangannya? Apa yang ia pikirkan? Bahwa diri ini menarik, diri ini cantik? Mungkinkah dia menyukai wanita itu?

Suka.

Saya suka apel. Saya suka membaca. Saya suka beruang kutub.

Saya tidak kenal beruang kutub, tapi saya suka karena dia menggemaskan.

Seorang lelaki suka dengan wanita karena dia cantik. Bentuk tubuhnya terlihat karena bahan pakaiannya setipis kelambu kamar. Tapi pria itu suka.

Suka: di sini digunakan sebagai kata kerja untuk objek. Masih terasa belum tepat?

Seorang pria tidak bakal menatap lama-lama dengan tidak pantas pada ibu atau saudara perempuannya sendiri. Seorang pria tidak bakal berimajinasi aneh-aneh saat berdekatan dengan ibu atau saudara perempuannya sendiri. See the difference?

Lalu kenapa masih banyak yang mencak-mencak jika ada pria yang menyuiti atau menengok sampai leher terpuntir jika ada seorang wanita melintas? Mungkin kaca di kamar bukan hanya sekadar untuk membantu kita mengenakan hijab atau membuhkan bedak.

Cantik adalah yang syar’i. Cantik yang syar’i adalah yang tetap menjaga diri. Dan yang syar’i telah termaktub dalam guidebook seluruh umat yaitu Al-Qur’an serta dikuatkan oleh Al-Hikmah .

 

Wallahu a’lam bishshawaab

Wassalamu’alaykum warahmatullah wabarakaatuh.

P.S. Leave any comment untuk sama-sama saling mengoreksi dan menambah pengetahuan kita semua.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s