Gunung Hutan, personal

[CERITA PERJALANAN DAN INFO PENDAKIAN]: MERINDU LAWU Pt. 2

fotobersama.gif

Awalnya Fikri dan Shafrian telah bersiap-siap untuk turun menjadi bala bantuan membawakan carrier adik-adik kami sementara sisanya menyiapkan camp. Tak dinyana, ujung hidung Zebian muncul di antara malam yang merambat turun membawa carrier di punggung dan satu lagi di depan tubuh. Hembusan napas lega menyeruak di paru-paru yang sejak tadi tertahan seperti kentut menguar bercampur sulfur.

Kini, kami berpacu pada lembaran awan gelap yang tidak ingin membiarkan warna malam kelabu menghitam. Pokoknya malam harus kelam menyekam. Ditambah kilatan cahaya seperti lampu blitz dalam studio alam terbesar berbentuk lereng gunung. Bahkan saya dapat menghirup aroma hujan dari kejauhan. Awan-awan itu berarak mengancam dengan senapan selang air hujan.

Continue reading “[CERITA PERJALANAN DAN INFO PENDAKIAN]: MERINDU LAWU Pt. 2”

Advertisements
Lingkungan Hidup

[LINGKUNGAN HIDUP]: CUKUP PAKAI, CUKUP PUNYA, CUKUP MAKAN SEPERTI SUKU BADUY

Assalamu’alaykum. Kali ini saya memiliki cerita yang beda daripada sebelumnya. Mengenai Lingkungan Hidup.

Pada laman ini saya hanya akan membahas mengenai suku yang mendiami sisi paling barat Pula Jawa; wilayah Banten, Jawa Barat. Yap, suku Baduy. Mengenai info perjalanan akan saya tulis pada laman terpisah agar fokus tema tidak berpindah-pindah.

Suku. Apa yang pertama kali kita pikirkan saat mendengar kata tersebut? Di bangku Sekolah Dasar kita mempelajarinya di rumpun ilmu sosial: suku-suku yang mendiami pulau-pulau di Indonesia. Bahasa yang digunakan, senjata khas, rumah adat, dsb. Tetapi, pernah tidak penasaran untuk menyambangi dan berbaur langsung dengan suku yang satu ini?

Suku Baduy, pertama kali mendengar mungkin terdengar purba. Atau sedikit kampung. Terkesan udik, pedalaman, tak terjamah. Namun itulah yang membuat berbeda dari sekadar mempelajari di buku. Kesan yang berbeda, di hati juga di badan.

Continue reading “[LINGKUNGAN HIDUP]: CUKUP PAKAI, CUKUP PUNYA, CUKUP MAKAN SEPERTI SUKU BADUY”

Gunung Hutan

[GUNUNG HUTAN]: ANAK GUNUNG DAN NAVIGASI DARAT (PART I)

navigasidarat
Perjalanan operasional Musim Pengembaraan Argopuro 2015 (Lokasi: Danau Taman Hidup)

Assalamu’alaykum,

Sebagai seorang anggota dari pecinta alam Kamuka Parwata FTUI divisi Gunung Hutan saya ingin menulis sesuatu yang memberikan ‘identitas’ bagi saya, si penulis. Sekaligus menambah opini mengenai perbedaan akan pendaki gunung dan anggota pecinta alam.

Pendaki gunung mendaki gunung karena ia memang menyukainya. Tidak ada materi ataupun output khusus yang ingin didapatkan kecuali mungkin kebersamaan, pengalaman, dan dokumentasi.

Sementara untuk seorang anggota pecinta alam, khususnya mereka yang menekuni gunung hutan ada target output yang ingin didapatkan dari setiap perjalanan operasional, bahwa ia memiliki tujuan untuk belajar dan terus memperbaiki apa yang telah lewat.

Untuk mereka yang memiliki ketertarikan akan alam namun masih ragu mungkin perlu tidak hanya sekadar mencari tahu saja. Tapi juga mencoba.

Disini saya ingin membagi sedikit apa yang telah saya dapatkan dalam menjadi bagian dari anggota Kamuka Parwata FTUI, khususnya divisi Gunung Hutan (bisa juga baca posting perjalanan operasional kami di laman lain). Pada kesempatan ini saya akan membahas mengenai pembacaan peta (map reading).

Continue reading “[GUNUNG HUTAN]: ANAK GUNUNG DAN NAVIGASI DARAT (PART I)”