Islam

[JURNAL TENTANG KEKUATAN]: JURNAL RAMADHAN

COVER-1

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, kawan-kawan!

Ramadhan tiba, Ramadhan tiba~

Masyaa Allah, tidak terasa Ramadhan sudah benar-benar memasuki ruang tamu rumah kita. Kali ini kita sedang duduk bersama, menghirup segelas teh manis hangat, sementara ia mengajukan diri untuk menginap; berikutnya, berniat melihat-lihat ke dalam keadaan rumah.

Karena Ramadhan adalah tamu istimewa, siapa pula yang bakal menolaknya?

Sayangnya, pemikiran itu sempat mampir di benak saya. Karena saya takut Ramadhan tiba namun diri ini masih begitu compang-camping dalam hal iman, kemampuan bersyukur, dan tingkat amalan. Betapa tidak tahu diri dan tidak pantas, sudah dua puluh Ramadhan tapi progres seperti langkah-langkah semut.

Satu hal yang membuat saya memilih tebal muka dan memeluk Ramadhan sehangat dekapan ibunda: tidak pernah ada yang tahu derajat manusia satu dengan lainnya kecuali Allah ‘Azza wa Jalla. Titik.

Dan saya berhasil mengadakan yang tidak ada serta membisakan yang tidak bisa. Tidak semua manusia mampu untuk melakukannya sekalipun ia hanyalah langkah kaki-kaki semut.

Continue reading “[JURNAL TENTANG KEKUATAN]: JURNAL RAMADHAN”

Advertisements
Islam, personal

[REVIVING THE UMMAH]: HALAQAH

halaqah_by_muslim_women
credit: blogspot.com

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh…

Sabtu (12/03) akan dikenang menjadi hari paling produktif sepanjang 2016 sejauh ini. Mengapa demikian? Ada beberapa hal—mari kita buka tulisan ini dengan sedikit curhat.

Saya mendaftar menjadi peserta Sekolah Mentor yang diadakan oleh FUSI FTUI (Forum Ukhuwah dan Studi Islam Fakultas Teknik Universitas Indonesia) dengan semangat menggebu untuk menjadi mentor/murobbi pastinya. Singkatnya, kami baru saja menjalani kelas pertama dengan outline tema pembicaraan: pentingnya tarbiyah, reviving this ummat, dan yang yang utama yaitu dakwah.

Kepada teman-teman pembaca harap tidak segera menutup laman hanya karena mendengar kata berbahasa Arab di atas tanpa benar-benar memahami juntrungnya. Sebagai seorang muslim bagaimana mungkin kita alergi dengan hal-hal mengandung bahasa Arab atau pun tauhid? Come on, it’s absurd. Itulah mengapa kita dianugerahi akal dan pikiran untuk mencari tahu sebelum memberikan label.

Continue reading “[REVIVING THE UMMAH]: HALAQAH”

Islam

[BUNGA RAMPAI: MISS(ES) UNIVERSE FOREVER

4d5e617f933be163e6ee25c0a3d596bc_pink-princess-crowns-logo-princess-crown-clipart-png_1431-870
credit: clipartfest.com

Bismillahirrahmanirrahim…

Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh,

Ini adalah ‘kajian’ atau sebutlah opini sekaligus artikel pertama saya seputar kemuslimahan. Posting sebelumnya tentang wanita dan jilbab sedikit banyak merupakan curahan hati belaka.

Saya tumbuh dan dibesarkan oleh seorang wanita paling tangguh yang pernah saya kenal, yaitu Ibu. Begitu pula dengan wanita-wanita di sekitar kehidupan, mereka merupakan para pejuang dan pekerja keras. Hal itulah yang membentuk pola pikir bahwa seorang wanita pun harus bisa melakukan dan mendapatkan apa yang dilakukan dan dimiliki oleh kaum lelaki. Atau setidaknya berusaha.

Pastinya terdapat begitu banyak perbedaan antara lelaki dan perempuan dari segi fisik, karakter, pola pikir, kewajiban, dan hak. Tapi tulisan ini tidak dibuat untuk membahas itu, hanya sekadar menggambarkan betapa besar concern saya mengenai wanita dan dunianya. Oke, intro sudah kelewat panjang.

Dari sekian banyak gelar Putri hingga Miss yang dianugerahkan bagi kaum wanita, pastilah menitikberatkan pada inner beauty, physical beauty, dan intelligence. Dimana kesemuanya sudah jelas dimiliki oleh tiap wanita, tidak ada yang bisa menyangkal itu. Karena, sesungguhnya, wanita adalah perhiasan dunia. Apakah ia telah tampak kilaunya, apakah ia terpampang pada display toko perhiasan, apakah ia tersimpan secara apik oleh pemiliknya.

Jika kaum lelaki memiliki Rasulullah sebagai teladan, lalu bagaimana dengan kami? Siapakah figur yang bisa kami jadikan role model? Karena sesungguhnya wanita adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, pilar utama suatu bangsa. Jika rusak kaum wanita maka rusaklah bangsa itu. Tiada mungkin kami terombang-ambing tanpa kejelasan.

Pernah terpikir bahwa memang ada wanita-wanita yang telah terjamin keimanan dan akhlaknya selain para shahaba? Yang pantas menyandang gelar Miss Universe/World bahkan hingga pasca kiamat.

Continue reading “[BUNGA RAMPAI: MISS(ES) UNIVERSE FOREVER”