Islam

[JURNAL TENTANG KEKUATAN]: JURNAL RAMADHAN

COVER-1

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, kawan-kawan!

Ramadhan tiba, Ramadhan tiba~

Masyaa Allah, tidak terasa Ramadhan sudah benar-benar memasuki ruang tamu rumah kita. Kali ini kita sedang duduk bersama, menghirup segelas teh manis hangat, sementara ia mengajukan diri untuk menginap; berikutnya, berniat melihat-lihat ke dalam keadaan rumah.

Karena Ramadhan adalah tamu istimewa, siapa pula yang bakal menolaknya?

Sayangnya, pemikiran itu sempat mampir di benak saya. Karena saya takut Ramadhan tiba namun diri ini masih begitu compang-camping dalam hal iman, kemampuan bersyukur, dan tingkat amalan. Betapa tidak tahu diri dan tidak pantas, sudah dua puluh Ramadhan tapi progres seperti langkah-langkah semut.

Satu hal yang membuat saya memilih tebal muka dan memeluk Ramadhan sehangat dekapan ibunda: tidak pernah ada yang tahu derajat manusia satu dengan lainnya kecuali Allah ‘Azza wa Jalla. Titik.

Dan saya berhasil mengadakan yang tidak ada serta membisakan yang tidak bisa. Tidak semua manusia mampu untuk melakukannya sekalipun ia hanyalah langkah kaki-kaki semut.

Continue reading “[JURNAL TENTANG KEKUATAN]: JURNAL RAMADHAN”

Literature, personal

[CERPEN]: UNTUK PEREMPUAN YANG SEDANG TIDAK DI PELUKAN

1799492-ENAIOHBJ-7-vert
source: saatchiart.com

[Warning]: Tragedy, angst, 2nd POV

♫♪: Banda Neira – Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti; Payung Teduh – Untuk Perempuan yang Sedang di Pelukan; Chantal Kreviazuk – God Made Me; Oasis – Wonderwall; The Goo Goo Dolls – Iris

ACT. I Untuk Dia

Scene I – Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Bangsal Psikiatri Dewasa.

Butiran fluida telah merembesi tanah di luar bangunan bertingkat yang telah begitu akrab selama setahun belakangan. Saya menawarkan diri untuk mengantar kamu menemui dokter kesekian selama terapi yang kau jalani.

Saya bilang, tidak mengapa, maafkan dirimu. Asal kau tahu, mereka pun berkata begitu tentang kamu.

Dia, perempuan yang sebelum genap 20 tahun resmi didiagnosis mengalami depresi mayor. Persetan apa kata psikiater kedua dan ketiga, pada lembaran resep berisikan antidepresan juga Xanax. Dia memiliki mereka dan saya.

Kamu telah menjadi tempat yang saya pikir bisa disebut sebagai rumah. Untuk kembali pulang, menemukan kenyamanan untuk berteduh, pelukan hangat dikala ragu, serta bahu untuk bersandar saat hidup begitu keruh dan diri merasa terlalu rapuh.

Saya ingat pertama kali melihatmu, mengenakan kebaya biru di hari kelulusan sekolah, saya hanyalah saudara kembar dari seorang teman yang bahkan tidak akrab. Kau ingat? Siswa sekolah kamu dan saya sering terlibat tawuran. Dan hari dimana saya bertemu Dia, persis sebilah bambu runcing menembus nadi jantung hati.

Siap terbahak lagi dengan perkataan gombal saya tiap mengingat kamu?

Kemudian kamu dan saya diterima di kampus, fakultas, dan jurusan yang sama. Sayangnya, tidak pula ada tanda-tanda dua bilah kutub saling menjamah kedua hati yang seakan kian menjauh. Sedihnya, saya hanya mampu merindu. Rindu yang semrawut, tidak bertanggungjawab karena saya tidak mengerahkan usaha untuk menjemput kasih.

Continue reading “[CERPEN]: UNTUK PEREMPUAN YANG SEDANG TIDAK DI PELUKAN”

personal, Islam

[MY HIJAB STORY]: 365 DAYS

070716_0537_myhijabstor1
Lokasi: Jawa Barat

Assalamu’alaykum,

Akhirnya saya bisa menyempilkan waktu untuk mengisi laman blog, di liburan yang singkat ini. By the way, Taqaballahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum, Eid Mubarak 1 Syawal 1437. Semoga Allah mengampuni dosa kita yang telah lampau dan kita mampu meraih kemenangan yang sebenarnya. Allahumma aamiin.

Sedikit intro: mengapa saya bersemangat untuk menulis posting berjudul demikian, well karena seorang teman saya bernama Fathiya mengucapkan selamat atas berhijabnya saya ke yang 365 hari. Not exactly tapi saya mengenakan hijab pertama kali kurang lebih di pertengahan menjelang akhir bulan Ramadhan tahun lalu. Now when I think about it is not only how fast time’s past, that many things have changed, for good.

Continue reading “[MY HIJAB STORY]: 365 DAYS”

Islam, personal

[JURNAL TENTANG KEKUATAN]: SAUDARA YANG GUGUR

122016_0819_jurnaltenta1
Sumber: un.org

Adalah sesuatu yang mengherankan, sekaligus menyakitkan bagi saya. Bahwa gugurnya saudaraku, para muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, di Suriah dan Palestina sana, yang memaksa saya untuk bertahan.

Untuk bangkit, tetap sehat dalam akal dan fisik. Berdoa agar diberikan kekuatan. Agar selalu tertambat hati ini pada agama-Nya, pada cinta-Nya.

Saya teringat mimpi-mimpi saya, berbagai tujuan hidup, cita-cita yang masih berupa angan. Menunggu untuk diwujudkan. Sementara tanda-tanda akhir zaman kian dekat. Bahwa mungkin manusia tidak bakal mencapai 1500 Hijriyah.

Lalu, mau sampai kapan aku tersangkut pada jejaring cobaan dan ujian. Saya tidak akan pernah lulus, mereka tidak akan pernah selesai, jika saya masih di sini. Wahai kamu, jangan lah pula katakan bahwa saya tidak berusaha. Ia seperti siklus yang kembali meraup saya dalam sudut kegelapan tatkala ia terpicu muncul. Saya tidak ingin mendengarkan apapun karena kamu tidak berada di sana saat saya terjatuh, saat episode itu terulang seolah mata rantai setan.

Hanya Allah.

Continue reading “[JURNAL TENTANG KEKUATAN]: SAUDARA YANG GUGUR”

Islam, personal

[OPINI] PANDANGANKU, PANDANGANMU—SALING MEMANDANG?

others-baby-staring-eyes-bite-download-wallpapers
credit: alf-img.com

Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakaatuh,

Alhamdulillah, setelah sekian hari dan diantara kegiatan serta tugas yang menuntut perhatian di balik punggung akhirnya saya bisa memaksakan menyempatkan untuk menekan tuts keyboard laptop untuk melatih kemampuan menulis saya. Meskipun kali ini hanya dalam rangka menuangkan pendapat—unek-unek—serta beberapa pengalaman.

Wanita. Mereka adalah kamu dan saya. Sosok misterius yang merupakan perhiasan dunia paling indah. Yang memancarkan kecantikannya dua puluh empat jam seminggu, yang tutur katanya mampu menentramkan sekaligus menusuk tiap insan, yang perilakunya begitu lembut menyentuh hati. Yang begitu dihormati dalam Islam. Yang dijaga sedemikian rupa karena Allah begitu memahami wanita melebihi wanita itu sendiri. Masya Allah.

Continue reading “[OPINI] PANDANGANKU, PANDANGANMU—SALING MEMANDANG?”

Islam, personal

[REVIVING THE UMMAH]: HALAQAH

halaqah_by_muslim_women
credit: blogspot.com

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh…

Sabtu (12/03) akan dikenang menjadi hari paling produktif sepanjang 2016 sejauh ini. Mengapa demikian? Ada beberapa hal—mari kita buka tulisan ini dengan sedikit curhat.

Saya mendaftar menjadi peserta Sekolah Mentor yang diadakan oleh FUSI FTUI (Forum Ukhuwah dan Studi Islam Fakultas Teknik Universitas Indonesia) dengan semangat menggebu untuk menjadi mentor/murobbi pastinya. Singkatnya, kami baru saja menjalani kelas pertama dengan outline tema pembicaraan: pentingnya tarbiyah, reviving this ummat, dan yang yang utama yaitu dakwah.

Kepada teman-teman pembaca harap tidak segera menutup laman hanya karena mendengar kata berbahasa Arab di atas tanpa benar-benar memahami juntrungnya. Sebagai seorang muslim bagaimana mungkin kita alergi dengan hal-hal mengandung bahasa Arab atau pun tauhid? Come on, it’s absurd. Itulah mengapa kita dianugerahi akal dan pikiran untuk mencari tahu sebelum memberikan label.

Continue reading “[REVIVING THE UMMAH]: HALAQAH”

Islam, personal

[RESPON]: Selfie Cantik Kekinian, Beneran, ah?

14671148_713285312154691_5562302968993739262_n
Sumber: @yanglagirame (Facebook Page)

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh.

[THIS IS A REPOST FROM PREVIOUSLY-PRIVATED BLOG]

Tepat baru saja kemarin (23/11) saya ditunjukkan mengenai selfie yang disebut kekinian dan telah mulai mendarah daging bagi kaum manusia, terutama digandrungi oleh makhluk Venus yang ditulis oleh Agan Satria Baja Hitam di blog beliau (kemarin saya mencoba untuk membuka laman tersebut tetapi dialihkan ke tulisan lain tulisan telah bisa kembali di akses).

fasa

Sebagai seseorang yang memiliki rasa ingin tahu sangat tinggi dan kecenderungan mencari sebuah validasi akan tiap argumen, saya mencari tahu forum yang disebutkan oleh beliau dengan bantuan Mbah Google. Ya, saya ketik keyword apapun itu yang tersebut dalam tulisan tadi.

Mengejutkan. Bahkan pikiran saya yang tidak lugu pun amat terkejut. Dan jijik.

Oke, mungkin saya memang lugu dan naif. Serta bersyukur belum pernah terpapar hal demikian, hingga pencarian yang mengantar ke laman tersebut. Semoga Allah Tabarakallahu Ta’Ala mengampuni saya akan kekhilafan dalam usaha yang tidak tahu benar atau salah.

Continue reading “[RESPON]: Selfie Cantik Kekinian, Beneran, ah?”